www.yayasandamarjati.or.id – (#BerkepribadianDalamBerkebudayaan – Jakarta, 17/11/2025). “Ada peribahasa Arab yang menyatakan الفلاح سيد البلاد al falahu sayidu billadi, petani adalah tuan bagi suatu bangsa’, berbanggalah para petani di malam hari ini, silakan menikmati lagu Pasir Hitam,” tutur Muhammad Haikal Muqowi, personil band D’MIJIL sebelum melantunkan lagu Pasir Hitam di tengah acara Obrolan Literasi Novel MIJIL karya ernawiyati, nama pena Ketua Umum Yayasan Damardjati Masjarakat Sedjati (Yayasan Damarjati) Erna Wiyati, S.T., M.M., di Warung Raos Ndheso, Dusun 7, Desa Banaran, Kecamatan Galur, kawasan Pantai Trisik, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (Jumat, 31/10/2025).
Ngobrol literasi yang diikuti para petani muda, pegiat media dan aktivis lembaga swadaya masyarakat di kawasan Trisik itu sangat istimewa karena diadakan di tempat kejadian konflik agraria tahun 2007 lalu yang menginspirasi kisah fiksi dalam novel MIJIL yang kini sudah memasuki cetakan keempat. Kisah perjuangan para petani mempertahankan lahan penghidupan mereka di pesisir Pantai Trisik yang akan diubah menjadi kawasan penambangan pasir besi, menjadi inspirasi lirik lagu Pasir Hitam. Lagu yang ditulis ernawiyati dan musiknya diciptakan Gerald Anggoman personil D’MIJIL yang merupakan grup musik di bawah D’RALDS Management, unit bisnis Yayasan Damarjati yang bergerak di bidang industri ekonomi kreatif.
Edi Yulianto, salah seorang petani Trisik bertutur pada tahun 2007 ketika terjadi pergolakan di Trisik dia baru duduk di bangku kelas 1 SMA dan ikut menjadi salah satu aktivis demo bersama Agung dan rekan-rekan lain yang hadir di acara bedah buku malam itu. Edi yang kini telah menjadi petani sukses dan pebisnis kuliner berharap segera ada sekuel novel MIJIL yang mengungkap sisi-sisi lain dalam konflik Trisik yang belum dituliskan. Kang Nung, peserta ngobrol literasi lainnya berharap novel MIJIL bisa diangkat ke layar film.
“MIIJIL artinya lahir. Novel ini membawa semangat lahir kembali sang tokoh utama Wina di tanah kelahirannya Yogyakarta. Saya ingin pembaca novel MIJIL bisa mengambil pesan moral untuk memperjuangkan kebenaran meski harus mempertaruhkan nyawa, seperti halnya Wina dan Kresha, tokoh-tokoh utama dalam novel MIJIL,” kata ernawiyati menutup ngobrol literasi malam itu yang diakhiri dengan penampilan grup musik D’MIJIL yang antara lain membawakan lagu Nirbita yang berarti perempuan tangguh, liriknya ditulis ernawiyati dan musiknya diciptakan Gerald Anggoman D’MIJIL.
- Liputan : Tim Jaringan – Yayasan Damarjati.
- Redaksi: Tim Humas -Yayasan Damarjati.
- Editor: #SaDa
Salam berkepribadian dalam berkebudayaan.





